Hari ini kita kembali berkumpul dengan semangat baru dan juga orang-orang baru. Namun kesamaan dari kita semua adalah sama memiliki hubungan emosional dengan organisasi Imatapsel ini. Seandainya saja semangat emosional ini tidak ada lagi mustahil kita bisa berkumpul lagi disini.
Sebelum pembicaraan ini berlanjut, izinkan saya mengucapkan Minal ‘aidin wal faizin – mohon maaf lahir dan bathin. Semoga Allah – Tuhan yang Maha Baik tidak pernah bosan untuk berbuat baik terhadap kita semua dan organisasi ini. Karena sesungguhnya kebaikan yang pernah kita lakukan adalah semata-mata karena kebaikan dari Alah – Tuhan Yang Maha Baik.
Ibarat manusia, organisasi ini sudah mulai masuk tahapan kemapanan dalam mengorganisir diri dan lingkungannya. Karena dengan umur yang sudah kepala tiga (30-an), seyogyannya tidak ada lagi hambatan prosedural untuk organisasi ini melakukan rutinitas organisasinya. Pada umumnya kebiasaan yang sudah lama dilakukan maka akan berjalan normal seperti biasanya. Layaknya seperti acara Halal bi halal yang sedang kita hadiri ini.
Dalam bahasa yang lebih santun kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan selama ini masih dalam kategori kebiasaan kultural (Cultural Habit). Pada prinsipnya kegiatann ini sudah tepat. Namun ada baiknya dari kebiasaan ini harus melebar. Karena ada beberapa dimensi kegiatan yang bisa dilakukan lagi. Adapun 3 dimensi kegiatan yang harus ditargetkan bisa dicapai agar keberadaan organisasi ini jauh lebih bermanfaat yaitu dimensi sosio ekonomi, sosio budaya dan sosio politik. Pada saat ketiga dimensi ini bisa selenggarakan, maka organisasi ini bukan saja hanya untuk para mahasiswa yang akan atau sedang kuliah di Padang, tetapi bisa juga dirasakan oleh masyarakat luas. Masyarakat luas yang dimaksud adalah terutama masyarakat kita yang berdomisili di Tapanulu Bagian Selatan (Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara).
Organisasi harus terus mengikuti semangat zaman dimana dia hidup. Untuk bisa terus mengikuti semangat zaman, organisasi harus fleksibel tetapi harus tatap mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan dalam organisasi tersebut. Sehingga sangat kecil peluangnya organsiasi dimanfaatkan oleh segelintir orang. Disinilah pentingnya organisasi ditata dengan rapi dan professional.
Saya yakin, para pengurus dan juga anggota Imatapsel pasid Padang yang sekarang ini tidak ingin waktunya terbuang sia-sia ketika berada di organsiasi ini. Setiap orang harus mendapatkan manfaat dari organisasi ini agar organisiasi ini bisa tetap dicintai dan dikelola dengan baik. Seperti jargonnya kota Padang sekarang ini yaitu KUJAGA dan KUBELA.
Untuk menampung dan mengembangkan potensi yang ada pada setiap anggota, maka pengembangan kegiatan yang 3 dimensi lagi itu merupakan suatu keniscaayaan untuk organsasi ini agar tetap eksis dimasa yang akan datang.
Saya akan mencoba mengulas sedikit pendapat saya mengenai keempat dimensi yang di sebutkan diatas. Hal ini agar ada sedikit kesamaan pandangan bagi kita semua demi perkembangan organsiasi ini dimasa yang akan datang.
DIMENSI SOSIO BUDAYA
Dimensi Budaya ini adalah dimensi kegiatan yang sudah melekat sejak berdirinya organisasi ini. Dimensi kegiatan ini dapat berupa silaturahmi sesama anggota atau pun anggota dengan calon anggota. Mengadakan acara yang sifatnya rutin yaitu berupa Musyawarah Anggota, pelantikan anggota baru, buka puasa bersama, Halal bi Halal, Pelepasan Wisuda maupun pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh pengurus. Selain itu masih banyak kegiatan yang masuk dalam dimensi ini. Selanjutnya, perlu juga dipertimbangkan untuk melakukan kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan budaya Tapanuli bagian Selatan baik di kota padang atau pun di daerah kita ini. Target yang sangat mendasar yang tercapai dalam dimensi ini adalah terbangunnya rasa tanggung jawab dan saling menyanyangi sesama orang yang berasal dari Tapanuli.
Dengan lahirnya tanggung jawab dan saling menyanyangi ini maka akan lahir kepedulian yang tidak mengharap upah terhadap perkembangan dan keberadaan organisasi Imatapsel Pasid Padang ini.
Kita tidak ingin organisasi ini akan semakin mengecil dengan seiring berkembangngnya daerah asalnya. Artinya organisasi ini harus merestrukturisasi baik nama dan juga cakupan kegiatannya. Misalnya dengan mekarnya daerah Padang Lawas dan padang Lawas Utara tentu tidak akan relevan lagi jika organisasi ini masih tetap menggunakan nama Imatapsel – Pasid Padang. Karena ada sebagian orang yang merasa tidak terwakili dalam organisasi ini. Mengingat istilah yang sering digunakan sekarang untuk menunjuk seluruh daerah yang dimekarkan dari kabupaten tapanuli Selatan adalah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) maka bisa saja organisasi ini berubah nama menjadi Imatabagsel Padang (Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan Padang). Mudah-mudah ini bisa dipertimbangkan di musyawarah Anggota yang akan datang.
DIMENSI SOSIO EKONOMI
Keberlangsungan sebuah organsiasi harus diukung dengan pendanaan yang cukup. Dengan kekuatan dana yang cukup peluang untuk dapat melakukan berbagai kegiatan akan lebih besar. Selama ini kita masih mengandalkan loyalitas anggota untuk tetap mau berkontribusi dalam masalah pendanaan ini. Mungkin ini salah satu penyebab mengapa kegiatan-kegiatan yang seharusnya bisa dilakukan tetapi tidak jadi diselenggarakan.
Organisasi ini harus berfikir bagaimana menghasilkan dana yang halal dan tidak mengikat. Disinilah perlunya kecerdasan ekonomi untuk menjadikan organisasi ini memiliki dana untuk membiayai setiap kegiatannya. Selama ini dimensi ini tidak dioptimalkan. Padahal banyak sarjana ekonomi dan jurusan ekonomi yang menjadi anggota organsasi ini.
Hingga saat ini organisasi ini tidak memiliki rencana financial (melek financial) yang bisa menjadikan anggota ini bermanfaat secara finansial baik bagi organisasi dan juga anggota. Untuk masa-masa yang akan datang hal ini perlu untuk dipertimbangkan.
Selain menjadikan organsiasi lebih mapan, kegiatan yang berdimensi ekonomi ini dapat juga memberikan pengalaman dan juga uang tambahan bagi para pengurus dan juga anggotanya.
DIMENSI SOSIO AGAMA
Kegiatan yang berdimensi ini tujuan dasarnya adalah bagaimana membangun insan akademis yang bertaqwa tetapi juga merupakan anggota Imatapsel Pasid Padang. Pengajian dan ceramah agama yang selama ini sudah dilakukan itu sudah cukup baik. Untuk proses pengembangannya harus dibentuk kelompok studi agama yang intens terus mempelajari bagaimana beragama yang baik. Dan tentu saja harus ada perubahan prilaku nantinya terhadap anggota. Sehingga pola-pola kegiatan yang cenderung banyak membawa mudharat bisa diminimalisir pada setiap penyelenggaraan kegiatan organisasi ini.
DIMENSI SOSIO POLITIK
Diantara keempat dimensi yang ada, dimensi ini lah yang sangat mengandung resiko tinggi. Tetapi biasanya resiko yang tinggi jika bisa dilalui akan memberikan kebahagian yang besar juga. Ketidak sertaan kita selama ini dalam ranah sosio politik ini adalah karena ketidak siapan kita menerima resiko yang dapat ditimbulkan.
Paradigma itu arus diubah, keikutsetaan kita dalam dimensi ini semata-mata bagian dari kepedulian kita terhadap daerah asal kita dan masyarakat kita. Yang perlu kita lakukan agar tidak terperangakap dalam jebakan politik praktis adalah bagaimana menciptakan pengawasan yang melekat di dalam organisasi ini.
Keikutsetaan ini nantinya juga akan mematangkan organisasi ini dalam menghadapi perkembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada. Pokoknya kita tidak perlu takut, tetapi juga tidak boleh nekad dan hanya ikut-ikutan.
Manfaatkan potensi dan kecerdasan yang dimiliki anggota untuk melahirkan kebijakan. Gunakan prosedur tetap dalam mengambil kebijakan. Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pengurus bisa dipertanggungjawabkan terhadap anggota dan juga masyarakat luas nantinya.
Misalnya, untuk menyikapi kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah daerah. Maka dapat ditelaah dengan menggunakan beberapa dimensi telaah antara laian:
- Telaah Historis :
Dimaksudkan untuk melihat kebelakang. Asumsi dasar dari telaah ini bahwa suatu peristiwa tidak dengan begitu saja hadir, melainkan melalui sebuah proses sejarah. Dengan ini kejadian, peristiwa atau hal tersebut dapat diletakkan posisinya dalam kerangka masa lalu, masa kini dan masa depan. Melalui telaah ini akan dikembangkan pula kesadaran historis.
- Telaah Struktur :
Analisis dalam telaah ini sangat tajam melihat kondisi yang ada dan mempersoalkan apa yang mungkin selama ini tidak pernah diganggu gugat. Sehingga banyak orang yang tidak mau melakukan telaah ini. Struktur yang akan dilihat adalah: ekonomi (distribusi sumber daya); politik (bagaimana kekuasaan dijalankan); sosial (bagaimana masyarakat mengatur hubungan diluar politik dan ekonomi); dan budaya (bagaimana masyarakat mengatur nilai).
- Telaah Nilai-nilai :
Penting pula untuk diketahui tentang apa nilai-nilai yang dominan dalam masyarakat. Mengapa demikian. Dan siapa yang paling berkepentingan dengan pengembangan nilai-nilai tersebut.
- Telaah Reaksi
Melihat reaksi yang berkembang berarti mempersoalkan mengenai siapa atau pihak mana yang sudah beraksi, mengapa reaksi muncul dan bagaimana bentuknya. Telaah ini penting untuk menuntun kepada pemahaman mengenai “peta” kekuatan bekerja. Sehingga dalam bertindak kita tidak nekad dan ikut-ikutan.
- Telaah Masa Depan
Tahap ini lebih merupakan usaha untuk memperkirakan atau meramalkan, apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemampuan untuk memberikan prediksi (ramalan ) akan dapat menjadi indikasi mengenai kualitas dari tahap-tahap sebelumnya.
Dengan melakukan telaah ini dengan tepat dan terorganisir, maka sangat kecil peluangnya kita akan terperangkap dalam jebakan politik praktis. Karena ketika kita terjebak dalam politik praktis maka organisai ini tidak akan lama lagi umurnya dan akan banyak menuai kritik sampai gerakan untuk membubarkan organisasi ini.
Yang perlu kita lakukan adalah kehati-hatian dalam bertindak baik secara pribadi dan juga secara organisasi terutama terhadap Ketua Umum. Karena bagaimanapun juga jabatan akan melekat dengan kekuasaan.
Mudah-mudahan melalui tulisan yang singkat ini bisa memberikan sumbang saran demi kemajuan organisai Imatapsel Pasid Padang ini. Saya kembali mengingatkan bagi kita semua bahwa “ kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”. Setiap kita harus membarengi niat baik dengan cara yang baik dan yang sangat penting adalah terorganisir sekali lagi terorganisir.
(dibacakan pada saat halal bi halal keluarga Imatapsel dan Ikatan Alumni)
Bustanul Arifin Dalimunthe
ketua Imatapsel periode 2003 – 2004
Posted on Maret 3, 2011
0